RSS

Psikologi Perkembangan Islami

30 Apr

A. Mengapa harus Psikologi Perkembangan Islami?

Banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist Nabi yang mengisyaratkan tentang perkembangan manusia. Hal ini bisa dibuktikan bahwa dalam kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist Nabi terdapat isyarat-isyarat yang mengindikasikan faktor genetika dan herediter. Al-Qur’an juga memuat proses perkembangan manusia dalam rahim seorang ibu sedemikian rinci dan akurat sekalipun harus dibandingkan dengan penemuan ilmu pengetahuan saat ini, padahal teknologi ultrasonografi yang mampu merekan kehidupan janin di dalam rahim seorang ibu ketika itu belum ditemukan.

Melihat berbagai fakta sejarah, studi tentang perkembangan manusia , termasuk perkembangan fisik dan psikologis, yang berakar dari isyarat-isyarat Al-Qur’an dan Hadist Nabi jelas-jelas mendahului studi psikologi perkembangan modern maka hal ini menjadi bukti bahwa Al-Qur’an dan Hadist Nabi merupakan sumber ilmu pengetahuan yang sangat kaya sejauh kita mau mengkajinya secara mendalam.

  1. Perbedaan Cara Pandang dan Gaya Hidup

Psikologi perkembangan modern yang dikenal saat ini lebih bersifat sekuler. Hal ini merupakan implikasi penting dari paradigma dasar dan metodologi yang diterapkan didalamnya yang lebih banyak bersifat materalistis, sehingga kecenderungan dominan dalam intelektualisme barat adalah materialistis dan sekuler. Sebaliknya dalam pandangan islam, manusia dan semua yang ada di dalam alam semesta ini merupakan ciptaan Allah Swt. Kehidupan manusia mempunyai tujuan transedental yaitu sebagai khalifah di bumi yang harus bertanggung jawab atas perbuatannya di hari kemudian. Manusia terdiri dari dua komponen yaitu materi dan spirit, sehingga manusia harus berjuang agar kedua komponen ini dapat seimbang.

Perbedaan fundamental dalam cara pandang psikologi perkembangan modern dan islami tentunya mempengaruhi pola asuh dan cara merawat anak sehingga ada perbedaan yang tidak mudah dipadukan. Untuk itu psikologi perkembangan dalam perspektif islami sangat perlu dikembangkan.

2. Kritik Metodologi Psikologi Perkembangan

Ada tiga masalah metodologikal yang perlu diperhatikan yaitu :

a. Sumber Ilmu Pengetahuan

Dalam psikologi perkembagan modern sumber pengetahuan hanya berasal dari pemikiran dan pengindraan manusia, pewahyuan ditolak sebagai sumber pengetahuan dan dianggap mitos dan takhayul sedangkan dalam islam percaya pada wahyu merupakan sumber pengetahuan yang sempurna dan merupakan unsur keimanan yang penting.

b. Makna pengujian Ilmu Pengetahuan

Dalam ilmu pengetahuan sosial dan ilmu perilaku modern, segaris dengan pandangan mereka tentang sumber pengetahuan yaitu mengakui eksperimen diatas segala alat dasar dalam mengakui kebenaran ilmu pengetahuan. Positivisme logikal menjadi metode yang paling dominan, pengalaman dianggap semata-mata sebagai sumber pengetahuan dan segala elemen non empirik harus dibuang. Sedangkan psikologi perkembangan islami melakukan pendekatan yang seimbang dan komprehensif dalam mempelajari manusia. Tanpa menolak manfaat dan validitas relatif dari eksperimen, metodologi dan model epistemologikal dari ilmu sosial yang islami secara mendasar menggunakan wahyu sebagai sumber dan metode ilmu pengetahuan. Konsekuensinya psikologi perkembangan islami memperhitungkan komponen spiritual dan material dari gejala alamiah manusia dalam hubungan yang interaktif.

c. Obyektifitas dan Universalitas Ilmu Pengetahuan Empirik

Inti dari positifisme logik atau epistemologi adalah obserfasi, pengukuran, kuantifikasi data yang di ambil oleh observer. Dalam melakuakan kuantifikasinya observer mengikuti hukum alam sehingga diperoleh data yang bersifat netral, bebas nilai, dan universal. Asumsi objektifitas seperti ini bisa benar jika dikaitkan dengan ilmu alam, atau fisika sebab objek penelitiannya berupa benda mati , tetapi tidak akan tepat jika dihubungkan dengan ilmu sosial dan perilaku karena dalam ilmu sosial dan perilaku pengaruh variabel dari luar seperti prasangka, bias, sikap, dan nilai pribadi akan turut mempengaruhi. sehingga apabila psikologi perkembangan manusia hanya berkaitan dengan dunia fisik tanpa memperhatikan nilai dan spiritualitas tentunya tidak akan diperoleh data yang tepat.

B. Definisi dan Ruang Lingkup Psikologi Perkembangan Islami

Psikologi perkembangan islami adalah psikologi perkembangan yang mengkaji seluruh aspek perkembangan manusia dari perspektif islam yaitu menjadikan al-Qur’an dan Hadits Nabi sebagai landasan berfikirnya. Ruang lingkup psikologi perkembangan islami adalah pertumbuhan dan perkembangan manusia dari lahir sampai kehidupan yang bersifat transedental yaitu pasca kematian.

c. Metodologi penelitian

Merupakan gabungan dari metodologi tafsir Al-Qur’an dan Hadits (Pembacaan ayat kauliyah) serta metodologi ilmu pengetahuan modern pada umumnya (pembacaan ayat kauniyah/ pembacaan dari alam semesta).

Psikologi Perkembangan

Skema Empat Tahap Perkembangan Kognitif Piaget ( Paul

Perkembangan anak Usia SD

Tahap-tahap Perkebangan Moral Kohlberg

Psik. Perkemb. Shomad

 

 
Leave a comment

Posted by on April 30, 2011 in psikologi perkembangan islami

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: